Menjadi Kaya dan Sukses Secara Finansial (Bag 1)

Ok, mari kita bahas bersama-sama. Anda pernah dengar tiga pola dasar cash flow yang diterangkan oleh Robert Kiyosaki? Kalau belum, tiga pola cash flow itu adalah cash flow untuk kelompok kaya, untuk kelompok miskin dan untuk kelompok menengah. Ngomong-ngomong, anda tahu cash flow kan? Cash flow adalah dari mana dan ke mana uang anda mengalir.
Perhatikan gambar berikut ini :
cash flow miskin
Gambar diatas adalah cashflow kelompok miskin. Anda lihat panah hitam tersebut? Panah itu bergerak dari pekerjaan masuk melewati kolom pemasukan langsung meloncat ke kolom pengeluaran. Jadi begitu mereka dapat pemasukan dari pekerjaannya, semuanya habis buat membayar pengeluaran alias biaya hidup.
Entah buat  makan, minum, biaya sekolah anak, bayar tagihan listrik atau bayar tagihan telepon…tidak ada yang tersisa. Pola seperti ini sangat sulit untuk menjadi kaya dan sukses secara finansial. Padahal saya seperti ini deh… :(
Kemudian yang kedua adalah cash flow kelompok menengah. Perhatikan gambar berikut ini :
cash flow menengah
Kalau kelompok cash flow yang ini, begitu mereka mendapatkan pemasukan, selain buat pengeluaran kebutuhan hidup seperti cash flow kelompok miskin, mereka akan menggunakannya untuk membeli liabilitas. Lihat panah hitamnya. Dari pekerjaan melewati kolom pemasukan masuk ke kolom liabilitas, loncat ke kolom pengeluaran.
Eniwei, anda tahu apa itu liabilitas? Kalau anda belum tahu apa itu liabilitas, liabilitas adalah harta kita yang menghasilkan PENDAPATAN untuk kita, jadi bingung apa bedanya dengan aset, kalau aset adalah harta kekayaan kita tapi tidak menghasilkan keuntungan malahan hanya menambah pengeluaran kita. aset dan leabilitas itu bisa jadi barang yang sama dan bentuk yang sama, akan tetapi fungsi dari barang itu menghasilkan atau menambah pengeluaran kita.contoh benda yang sama adalah RUMAH. Rumah bisa dikatakan ASET kalau rumah itu kita pakai dan kita harus bayar listrik , pajak, perawatan dll. sedangkan RUMAH dikatakan liabilitas seperti rumah kontrakan, Kost dll, karena itu merupakan pemasukan bagi kita, anda akan lebih mudah untuk menjadi kaya dan sukses secara finansial.
Kembali ke topik, cash flow kelompok menengah ini seringkali membelanjakan uangnya untuk membeli rumah bagus, membeli mobil baru, gonta-ganti handphone dengan seri yang terbaru atau menggunakan kartu kredit. Pola yang satu ini merupakan impian kebanyakan orang saat ini.
Mereka biasanya mempunyai pekerjaan dengan bayaran yang tinggi dan terikat dengan gaya hidup “kerja keras dan belanjakan“. Mereka selalu berpikir untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Jarang dari kelompok mereka ini yang memikirkan dan melaksanakan ide bisnis.
Padahal di masa sekarang ini, susah untuk mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi. Jika anda memahami hukum pareto (80 / 20 %), anda akan buktikan bahwa pekerjaan bergaji tinggi tidak banyak. Ini juga bukan kelompok orang yang bisa menjadi kaya “yang sebenarnya” dan sukses secara finansial. Nanti akan saya jelaskan mengapa kelompok ini susah untuk sukses secara finansial.
Kemudian, apa rahasia cara menjadi jutawan dan bebas finansial? Jawabannya ada postingan saya selanjutnya… Don’t miss It… Selalu tongkrongin dokterbisnis.net kapanpun anda online, ok?

Perihal hidayat
Hanya seorang manusia biasa

2 Responses to Menjadi Kaya dan Sukses Secara Finansial (Bag 1)

  1. Ping-balik: The Making of The Repsol Honda Commercial « repsolhondahrc

  2. anto mengatakan:

    Soal aset & liabilitas ente keliru bro, kebalik!!! Yang hasilkan keuntungan adalah aset, sedangkan yang menimbulkan biaya atau pengeluaran adalah liabilitas. Lihat lagi byuku akunting atau bukunya Robert Kiyosaki. Demikian masukan dari ane. Tq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: