Usaha RENTAL PS 2

SUDAH BACA TULISAN SAYA INI sebelumnya ” Usaha RENTAL PS “

kalau belum baca dulu deh biar ngerti maksdnya

saya coba mulai pada tahun 2011 untuk membuka usaha yang ada di artikel saya.

jadi saya rubah sedikit system yang ada.

ada pun di benak asaya yang ada hanya orang kalau rental PS itu biasanya kalau teman2 yang dekat pasti kebanyakan mau utang

gimana ya caranya agar tidak ngutang. terus lagi biar PS nya aman

ahirnya saya menemukan satu IDE cemerlangsih menurut saya.

jadi dengan modal sekian juta. saya membuka rent PS 2 dengan rincian

beli dan bikin biling PS box koin 7 * 700 = (4.9 jt)

link nya www.rtsmandiri.blogspot.com

beli tv 20 inc yang tabung. karena ps 2 ga bisa lcd

7 x 1.150.000 = 8.050.000

kipas angin 1 shet 600.000

kulkas buat jualan mindi = 2.800.000

PS 2 = 1.450 x 7 = 10.150.000

cukup segitu tot = 26.500.000

yang lainnya silahkan improv sendiri

IMG_20130215_220026

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dengan 2500 / jam

sehari rata2 dapat 150.000

jadi sebulan dapatnya 4.500.000

aku sih toko sendiri. jadi ga bayar sewa toko

sekian aj ulasannya terimakasih

Iklan

Analisa usaha foto copy

Kali ini peluang yang akan saya bahas adalah peluang bisnis foto copy. Kebetulan kakak sepupu saya punya teman pengusaha foto copy. Namanya Iliyesman. Unik ya namanya.

Perlu anda ketahui, itu huruf depannya I lho, bukan L. Ntar saya disuruh biayain sukuran kalau ada yang keliru sebutin namanya.

Umurnya juga masih muda. Seumuran anak kuliah. Dan memang anak kuliahan, nyambi jadi pengusaha katanya.

Anda pasti tahu kalau Jogja terkenal sebagai kota pelajar. Kalau menurut saya sih lebih tepat disebut sebagai kota wisata, he..he..he.. Nah, kalau di Jogja ini usaha fotocopy sudah menjamur. Biasalah, banyak pelajar yang malas nyatat.

Hobinya ngopy catatan teman kuliahnya. Apalagi kalau cantik, jadi sambil menyelam minum air. Padahal itu dilarang lho…serius….bukan mahramnya. Ndak percaya? Buktinya saya. Saya waktu jadi mahasiswa juga begitu masalahnya, malas nyatat..ha..ha..ha..

Tapi meskipun demikian, rata-rata usaha toko foto copy ini bisa berjalan cukup lancar lah. Ada yang besar, ada juga yang kecil mungil nylempit di gang kecil. Nah, kalau anda menemukan lokasi yang tepat misalnya berada di dekat sekolah atau universitas, kemungkinan anda bisa menjalankan usaha foto copy.

Namun saran saya, sebelum anda memutuskan untuk membuka usaha fotocopy, cobalah lakukan riset pemasaran kecil-kecilan. Bisa pada saat jam sekolah atau kuliah.

Coba perhatikan seberapa sering mereka melakukan aktifitas foto copy. Setelah itu lihatlah ada berapa tempat foto copy yang ada di sekitar sekolah atau universitas tersebut. Jika tempat foto copy yang sudah ada selalu ramai, itu artinya pasar masih terbuka.

Setelah itu anda bisa tanyakan kepada para konsumen tersebut berapa harga yang mereka harapkan. Anda bisa tanyakan juga apakah kecepatan pelayanan mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih sebuah foto copy.

Pertimbangkanlah juga untuk membeli juga mesin press atau laminating jika prospeknya bagus. Jangan lupa juga persiapan modal cadangan dan supplier. Terutama untuk barang yang banyak terpakai atau terjual seperti ATK, kertas, toner (tinta) dan lainnya.

Pastikan Anda mendapatkan supplier yang baik dan pasokan yang cukup. Jangan sampai usaha sudah ramai tapi sering kehabisan stock karena perlu beberapa hari untuk mendapatkan barang. Hal ini bisa membuat konsumen anda nanti lari. Begitulah kira-kira tips yang dipaparkan oleh mas Iliyesman.

Kemudian kalau masalah harga, anda bisa lihat daftar harga di bawah ini. Ini adalah daftar harga foto copy ARTIM, foto copy milik mas Ilyesman tadi.

    * Foto copy Biasa 70 gr = Rp. 100,00 per lembar
    * Foto copy Biasa 80 gr = Rp. 125,00 per lembar
    * Jilid Mika = Rp. 2500,00
    * Jilid Biasa = Rp. 3000,00
    * Jilid Laminating = Rp. 6000,00
    * Jilid Skripsi = Rp. 12000,00

Ada dua hal yang perlu anda perhatikan jika anda tertarik untuk buka usaha ini. Yang pertama adalah kalau musim liburan sudah tiba, hampir semua usaha foto copy selalu sepi order. Kedua, kecendurangannya, harga kertas selalu naik. Padahal anda tidak bisa secara cepat menaikkan harga foto copy tersebut.

Apalagi kalau konsumen atau segmentasi pasar anda kebanyakan mahasiswa. Pengaruhnya besar karena kebiasaan mayoritas mahasiswa adalah tukang irit. Mereka akan cari fotocopy yang harganya lebih murah. Jadi pintar-pintarnya anda mencari supplier kertas dan toner lah, saran mas Iliyesman.

Ok, seperti biasa, sekarang kita masuk ke pembahasan terakhir, simulasi pendapatan perbulannya usaha foto copy.

Pemasukan
Jasa Fotocopy dan Penjilidan : Rp. 10.000.000,00

Pengeluaran
Pembelian Kertas : Rp. 1.250.000,00
Pembelian Tinta : Rp.  250.000,00
Gaji 2 orang karyawan : Rp.   800.000,00
Listrik : Rp.  4.000.000,00
Biaya tak terduga : Rp.   400.000,00
Total Pengeluaran : Rp. 6.700.000,00

Keuntungan
Rp. 10.000.000,00 – Rp. 6.700.000,00 = Rp. 3.300.000,00

Oh ya, hampir kelupaan. Untuk market peluang bisnis foto copy ini, anda bisa bidik selain pasar mahasiswa. Bisa jadi pasar yang anda bidik adalah pasar industri. Mungkin mereka adalah sebuah perusahaan perdagangan yang tidak mau direpotkan dengan berkas-berkas yang harus di foto copy. Who knows…

Bisnis Arena Futsal

arena futsalSepak bola masih menjadi olah raga primadona di seantero penjuru dunia. Olah raga yang memang tidak memandang umur, profesi, maupun latar belakang ini semakin hari peraturan dan jenisnya juga makin berkembang. Salah satu jenis olah raga yang menjadi pengembangan sepakbola adalah futsal. Olahraga Futsal merupakan hasil perkembangan dari cabang sepak bola yang memanfaatkan arena / lapangan lebih kecil baik indoor ataupun out door. Kebanyakan arena futsal banyak menggunakan rumput sintetis dan kayu sebagai lantai lapangan dimana sesuai dengan aturan yang berlaku. Futsal sendiri dimainkan oleh 5 orang pemain setiap timnya termasuk penjaga gawang (goal keeper).
Futsal sebagai olah raga alternatif kini menjadi salah satu olah raga yang paling digemari di Indonesia. Terbukti dengan semakin menjamurnya arena bermain futsal di setiap sudut kota. Di sejumlah arena futsal hampir selalu padat dengan jadwal tim-tim yang akan berlaga. Bahkan tidak sedikit arena futsal yang membuka jam operasi hingga menjelang subuh. Antusiasme masyarakat dari kaum remaja hingga dewasa untuk bermain futsal makin dimanjakan dengan semakin seringnya diadakan kompetisi-kompetisi futsal baik tingkat kelompok, daerah, hingga nasional.
Makin menjamurnya arena-arena futsal di berbagai daerah membuat persaingan dalam bisnis ini juga semakin menggairahkan. Kini, tidak hanya line futsal sebagai arena bermain futsal saja yang dikembangkan, namun fasilitas pendukung di setiap tempat tersebut juga semakin lengkap. Kini para pengelola arena futsal mulai menggabungkan sport, food, dan leisure dalam penyediaan fasilitas pendukung. Bahkan di beberapa lokasi arena futsal, kini banyak dijumpai sarana massage center/reflexiologi, biliar, kafe, dan money changer, private room karaoke, yang juga bisa disulap menjadi arena nonton bareng untuk 15-20 orang. Juga termasuk fasilitas shower room dan locker.
Fenomena tersebut menjadikan kalangan orang yang gemar berinvestasi mulai mengotak-atik rencana bisnis, lalu menyulapnya menjadi lahan bisnis empuk. Dana pun bergulir mulai dari ratusan juta hingga puluhan miliar rupiah untuk membuka arena futsal, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung.
Bisnis arena futsal memang terbilang sangat menjanjikan. Jika diasumsikan modal pembuatan satu lapangan sebesar Rp 300 juta, maka dalam satu tahun modal diperkirakan sudah dapat kembali. Hitungannya, setiap sewa rata-rata Rp 100 ribu per jam saja, dan rata-rata setiap hari ada penyewa hingga 20 jam, maka seharinya sudah terkumpul sekitar Rp 2 juta. Per bulan mencapai Rp 60 juta. Dan tidak sampai setahun modal diperkirakan sudah dapat kembali.

Air Isi Ulang

Menjalankan Bisnis Air Isi Ulang


Bisnis air minum isi ulang merupakan bisnis yang tetap bisa survive di masa yang akan datang. Walaupun bisnis air minum isi ulang ini belakangan cukup menjamur, namun Anda tidak boleh patah semangat untuk menekuninya, sebab semua orang butuh air, baik untuk minum ataupun keperluan kebutuhan yang lainnya. Menekuni bisnis ini tidaklah terlalu sulit pengelolaannya, dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas namun harus berada pada tempat yang benar-benar strategis. Tempat depot air isi ulang yang strategis ini ternyata dapat mendongkrak penjualan sampai 50 % selain harga tentunya yang lebih kompetitif, karena orang sangat interest sekali untuk mendapatkan perbedaan harganya.
Sebagain besar perbedaan harga antara depot yang satu dengan yang lainnya itu tidak signifikan. Bahkan bisa dibilang bisnis ini mirip dengan jual voucer isi ulang, orang akan mencari tempat pengisian atau  tempat depot air isi ulang walaupun perbedaan harga air isi  ulang bisa dikatakan tipis. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah peluang yang menjanjikan ketika Anda akan menekuni bisnis ini. Banyak sekali tempat depor air isi ulang yang semakin sukses, karena bisnis tersebut sangat menjanjikan sekali.  Menjalankan usaha ini bisa meraup keuntungan yang besar, karena masyarakat banyak yang beralih menggunakan jasa depot pengisian air isi ulang tersebut.
Langkah awal yang perlu Anda lakukan untuk menjalankan bisnis ini adalah menyediakan tempat di lokais strategis. Kemudian Anda harus mencari agen penyulingan dan juga perakitan alat pengisian ulang air mineral. Dan juga meskipun display alat suling air Anda biasanya tampak jelas, namun Anda tetap perlu mempromosikannya agar masyarakat sekitar mengetahui keberadaan Anda dan usaha Anda.
Kendala dalam menjalankan usaha ini adalah kepercayaan masyarakat, dimana masyarakat sangat peka dengan kualitas air kemasan yang Anda jual tersebut. Keberhasilan dalam menjalankan usaha ini antara lain bergantung pada beberapa hal:
–          Kualitas air
–          Harga per galon yang Anda tetapkan
–          Layanan yang baik dan ramah
–          Serta yang terpenting lokasi strategis depot isi ulang Anda, lokasi yang sebaiknya Anda pilih antara lain perkantoran, serta kampus.
Satu hal lagi jika Anda menjalankan usaha ini adalah jangan pelit untuk memberikan bonus galon isi ulang jika konsumen Anda telah membeli beberapa kali (misalnya sepuluh kali) dengan menyerahkan bukti kuitansi yang sudah ada.

Analisa ekonomi sederhananya:

Modal Awal

Tempat dan peralatan                                 35.000.000
Biaya operasional
Gaji pegawai 2 orang                                  1.200.000
Listrik dan air                                       1.000.000
Tissue pembersih dan tutup gallon                       300.000
Total                                                 2.500.000

Omzet per bulan                                       3.500.000

Laba per bulan                                        1.000.000

Masa kembali modal                                    3,5 bulan

(Modal Awal:Laba per bulan)

Usaha Ayam Goreng Tepung

Gurihnya Ayam Goreng Tepung

Hampir semua orang mengenal dan pernah menikmati yang namanya ayam goreng tepung. Penggemarnya pun tidak sedikit. Tebukti dengan menjamurnya gerai ayam goreng dan tepung, baik berupa usaha mandiri ataupun waralaba. Setiap skala usaha ini menjanjikan peluang yang cukup besar karena masing-masing memiliki pangsa pasar sendiri. Ayam goreng tepung tersebut hanya satu dari sekian aneka olahan yang berbahan dasar daging ayam. Karena kita ketahui bersama selama ini, banyak sekali makanan yang dihasilkan dari bahan utamanya berupa daging ayam.
Untuk faktor kelezatan, ayam goreng tepung ditentukan oleh kualitas daging ayam yang digunakan, racikan bumbu, dan kerenyahan tepungnya. Sebaiknya Anda menggunakan ayam potong yang segar dengan membeli langsung di tempat pemotongan ayam karena kualitasnya lebih terjamin. Bahkan di tempat tersebut juga bisa memilih ayam yang masih hidup.
Untuk racikan bumbunya, penjual ayam goreng tepung umumnya membuat sendiri atau mencampurnya dengan tepung bumbu siap pakai. Keuntungannya, selain biayanya lebih murah juga dapat menyesuaikan dengan selera pembeli. Untuk kemasan jualannya, biasanya ayam goreng tepung dijual per potong atau per bagain. Pelengkapnya adalah saus dalam bentuk sachet.
Lokasi yang kebanyakan diambil atau digunakan oleh para penjual ayam goreng tepung adalah di pinggir jalan raya yang ramai. Bahkan jika memungkinkan Anda sebaiknya membukanya berdekatan dengan kumpulan pedagang makanan lain seperti nasi goreng, sate ayam, atau martabak. Lokasi seperti itu tidak diragukan lagi keramaiannya, sehingga lebih berpeluang mendapatkan pembeli dalam jumlah yang besar. Harga sewa untuk tempat usaha ayam goreng tepung tersebut bervariasi antara Rp. 100.000- Rp. 300.000/ bulan.
Perlengkapan usaha yang diperlukan untuk menjual ayam goreng tepung antara lain gerobak atau etalase sederhana, kompor gas, tabung gas, wajan, sutil, saringan minyak, baskom plastik untuk wadah campuran bumbu dan tepung, penjepit makanan, dan kantong kertas. Kelengkapan usaha yang lainnya adalah tenda sederhana bila berjualan di tempat terbuka dan beberapa kursi untuk kenyamanan pembeli yang sedang menunggu. Dalam menjalankan operasionalnya juga cukup mudah sehingga cukup mempekerjakan satu orang tenaga kerja di satu gerai, untuk potongan daging ayam dan campuran tepung dan bumbu bisa dipersiapkan dari rumah. Sehingga ketika berjualan, pegawai dapat langsung melumuri ayam dengan campuran tepung dan bumbu kemudian menggorengnya.
Untuk media promosi, penjual dapat memberikan diskon di awal usahanya. Informasi juga bisa melalui pamflet yang ditempel di sekitar tempat usaha atau brosur yang disebar. Setelah usaha berjalan diharapkan dapat “mempromosikan” dirinya sendiri. Maksudnya, pelanggan atau konsumen secara “sukarela” menginformasikan dan merekomendasikan produk kita dari mulut ke mulut. Promosi semacam ini efektif bila produk yang Anda unggul dalam rasa, kualitas, dan harga.
Harga dihitung berdasarkan harga beli bahan dan keuntungan yang ingin diraih. Satu potong ayam goreng tepung dapat dijual Rp. 3.500-Rp.4.500, tergantung dari ukuran dan lokasi berjulan. Harga jual dapat sedikit dinaikkan di lokasi yang diperkirakan memiliki daya beli lebih tinggi.
Selama ini yang menjadi resiko atau kendala dalam membuka usaha ayam goreng tepung adalah persaingan dan isu penggunaan ayam tiren (mati kemarin) maupun penggunaan daging tikus. Persaingan semakin ketat karena semakin banyak usaha baik pribadi maupun waralaba yang menjual jenis makanan ini. Menjual ayam goreng tepung dengan kualitas daging yang terjaga dan racikan bumbu yang konsisten dapat menjadi senjata menghadapi persaingan. Isu ayam tiren dan penggunaan daging tikus dapat disiasati dengan memasang brosur cara mengenal daging ayam yang baik dan ciri daging ayam (bentuk, ukuran, dan rasa) yang telah digoreng tepung sehingga pembeli merasa lebih yakin dengan produk yang dijual.
Contoh resep ayam goreng tepung
Bahan:
Satu ekor ayam broiler, potong 12 bagian, cuci bersih
Minyak goreng secukupnya
Tepung bumbu:
1 kg tepung terigu
1 sdm tepung bumbu siap pakai
2 sdm penyedap rasa
1 sdm garam
1 sdt baking powder
1 sdt merica bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
Cabai kering bubuk secukupnya
Cara membuat

  1. Rendam potongan ayam dalam air dingin, angkat dan tiriskan
  2. Campurkan tepung terigu, tepung bumbu, penyedap rasa, garam, baking powder, merica, ketumbar, dan cabai kering. Aduk rata.
  3. Lumuri potongan daging ayam menggunakan campuran tepung bumbu hingga seluruhnya tertutupi.
  4. Panaskan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak sehingga dapat merendam potongan ayam. Goreng potongan ayam yang telah dilumuri campuran tepung bumbu hingga berwarna keemasan. Angkat kemudian tiriskan.
Analias ekonominya

Asumsi

Masa pakai etalase sederhana 5 tahun
Masa pakai peralatan masak 4 tahun
Masa pakai peralatan lain-lain 2 tahun
Satu ekor ayam dipotong menjadi 12 bagian
Usaha dijalankan sendiri tanpa karyawan

a. Biaya investasi

Etalase sederhana                                                  Rp. 1.500.000
Peralatan masak (kompor gas, wajan, dan sutil)                     Rp.   600.000
Perlatan lain-lain (baskom plastik, saringan minyak,
dan penjepit makanan)                                              Rp.   100.000
Total investasi                                                    Rp. 2.200.000

b. Biaya operasional
1. Biaya tetap
Penyusutan etalase sederhana 1/60 x Rp. 1.500.000                  Rp.    25.000
Penyusutan peralatan masak 1/48 x Rp. 600.000                      Rp.    12.500
Penyusutan perlatan lain-lain 1/24 x Rp. 100.000                   Rp.     4.200
Sewa tempat                                                        Rp.   150.000
Total biaya tetap                                                  Rp.   191.700

2. Biaya variabel
Ayam (6 ekor x Rp.23.000/ekor x 30 hari)                           Rp. 4.140.000
Tepung terigu dan bumbu (Rp.60.000/hari x 30 hari)                 Rp. 1.800.000
Kantong kertas dan plastik pembungkus
(Rp. 5.000/hari x 30 hari)                                         Rp.   150.000
Total biaya variabel                                               Rp. 6.090.000
Total biaya operasional                                            Rp. 6.281.700

c. Penerimaan per bulan
Penjualan ayam goreng tepung
(72 potong x Rp. 4.000/ potong x 30 hari)                          Rp. 8.640.000


d. Keuntungan per bulan
Keuntungan    = Total penerimaan-Total biaya operasional
= Rp. 8.640.000-Rp. 6.281.700
= Rp. 2.358.300


e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C           = Total penerimaan : Total biaya operasional
= Rp. 8.640.000 : Rp. 6.281.700
= 1, 37


f. Pay Back Period<
Pay back period = (total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp. 2.200.000 : Rp. 2.358.300) x 1 bulan
= 0,9 bulan

Diolah dari buku ‘40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia’

Usahan RENTAL PSX

Menikmati Fantasi Game di Rental PS

Saat ini usaha rental PS semakin ramai, hampir di setiap sudut wilayah dari tingkat kecamatan hingga kota metropolitan banyak berdiri usaha rental game tersebut. Penggemarnya pun beragam, dari mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa banyak yang menggemari permainan-permainan yang ada di PS. Perkembangan kualitas permainan pada game tersebut juga sangat pesat, dari mulai PS1, PS2, hingga PS3 mampu membuat penggemar game semakin betah dan termanjakan menikmati fantasi yang dimunculkan.
Dunia game memang tidak pernah sepi dari peminat. Karena harga dari alat permainan ini relatif mahal, maka banyak dari penggemar PS lebih suka menyewa alat ini ditempat penyewaan. Bagi daerah yang sudah cukup banyak terdapat game center (bermain game secara online di internet) mungkin peluang usaha ini kurang dapat berkembang. Namun di tempat dimana sarana bermain di internet belum begitu dikenal umum maka peluang bisnis ini masih cukup menjanjikan. Dengan fakta tersebut, maka peluang usaha untuk menjadikan bisnis rental PS ini semakin menjanjikan.
Untuk memulai usaha ini, maka penentuan lokasi menjadi faktor yang cukup menentukan. Lingkungan perumahan dengan kelas ekonomi menengah mungkin adalah tempat yang paling pas. Sebab mayoritas kalangan ekonomi menengah atas biasanya sudah memiliki alat permainan ini sehingga tidaklah tepat untuk memulai usaha ini di lingkungan ini. Selain itu Anda juga bisa memilih lokasi yang biasa ramai dengan tempat berkumpulnya anak-anak muda/ remaja, karena seumuran merekalah merupakan konsumen paling tinggi penggemar PS.
Untuk ukuran ruangan, Anda dapat mulai dengan ruangan berukuran 3 x 4 meter. Sebenarnya bentuk ruangan yang memanjang adalah yang paling ideal sehingga alat PS dan televisi dapat diletakkan disebelah kanan dan kiri ruangan. Setting penempatan televisi tersebut juga berpengaruh dalam Anda melakukan kontrol kepada konsumen yang ‘nakal’. Sebisa mungkin tempatkan televisi tersebut di tempat yang mudah dalam pengawasan, sehingga Anda bisa melakukan kontrol setiap saat dan waktu.
Langkah berikutnya Anda harus melakukan survey kecil-kecilan di tempat penyewaan PS yang ada, sehingga Anda dapat mengetahui jenis-jenis permainan apa saja yang paling digemari oleh para konsumen. Bila Anda telah mendapatkan datanya maka jumlah kaset permainan yang paling digemari jumlahnya harus mencukupi bila seandainya cukup banyak pelanggan yang ingin melakukan permainan yang sejenis. Untuk mengurangi jumlah uang yang Anda harus keluarkan terutama untuk pembelian televisi maka ada baiknya bila anda membeli televisi dari merk yang kurang ternama namun dikenal cukup awet. Juga untuk mengantisipasi terjadinya gangguan terhadap peralatan elektronik yang digunakan, maka ada sebaiknya Anda memperkerjakan satu orang yang mengerti akan hal ini sekaligus sebagai pengawas tempat permainan. Kalau memungkinkan, Anda buatkan program dikomputer untuk memantau lama permainan masing-masing pesawat dan juga untuk kontrol masuk keluarnya uang.
Untuk saat ini, hambatan yang paling dirasakan pengusaha rental PS adalah persaingan yang begitu ketat, seiring menjamurnya usaha ini di berbagai tempat. Namun, semua itu bisa Anda siasati dengan memberikan fasilitas dan pelayanan yang memuaskan bagi para pelanggan rental tersebut. Terlebih biasanya para pemain game ini cukup lama dalam melakukan aktifitasnya,  maka tempat yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam usaha ini. Hal ini menyangkut peralatan PS yang bekerja dengan baik, kaset yang cukup lengkap, tempat yang tidak sempit dan kipas angin.
Fasilitas lain yang mungkin bisa Anda kembangkan dalam melengkapi usaha ini adalah tersedianya makanan dan minuman. Selain membuat para pemain semakin lama berada di tempat Anda juga akan memberikan tambahan pemasukan bagi usaha Anda. Untuk lebih menarik bagi pelanggan mungkin Anda dapat membuat sistem paket dan bonus. Misalnya jika mereka bermain selama lima jam maka akan ada bonus selama satu jam.
Untuk menghindari terjadinya masalah maka pengawasan di tempat usaha dan di sekitarnya dirasakan cukup perlu. Misalnya jangan sampai terjadi anak-anak ini berkumpul sambil minum miras atau bahkan narkoba. Karena bila hal ini sampai meresahkan masyarakat disekitar anda tidak menutup kemungkinan Anda akan diminta untuk memindahkan tempat usaha Anda.

Analisa Ekonominya

Modal Awal

Tempat                                               Rp. 10.000.000
Membeli televisi ( asumsi 4 buah)                    Rp.  4.000.000
Membeli PS (4 buah)                                  Rp. 10.000.000
Stok kaset permainan                                 Rp.  1.000.000
Kipas angin                                          Rp.    200.000
Karpet                                               Rp.    200.000
Total                                                Rp. 25.400.000

Biaya operasional
Stok kaset                                           Rp.    200.000
Gaji pegawai 2 x Rp. 800.000                         Rp.  1.600.000
Listrik                                              Rp.    300.000
Total                                                Rp.  2.100.000

Omzet per bulan                                      Rp.  3.500.000
Laba per bulan                                       Rp.  1.400.000
Masa kembali modal (modal awal:Laba per bulan)

BISNIS PISANG COKELAT

Pisang cokelat merupakan makan camilan yang belum banyak dikenal banyak orang. Namun, bagi kebanyakan orang yang sudah merasakan makanan tersebut akan menggemarinya, karena rasanya lezat dan cocok sebagai makanan pendamping ketika santai. Makanan ini berupa pisang dan cokelat yang dibungkus menggunakan kulit lumpia kemudian digoreng. Selain pisang dan cokelat, isinya bisa juga berupa potongan atau cacahan buah nanas atau nangka. Bisa juga menggunakan selai stroberi.
Dalam membuat makanan ini, sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan segar agar pisang cokelat yang dihasilkan lezat. Terlebih bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional. Selain itu juga, pemilihan lokasi berjualan yang strategis menjadi faktor penting dalam menjalankan usaha ini. Lokasi-lokasi yang cocok untuk berjualan pisang cokelat ini antara lain di sekitar kampus, sekolah, perumahan, atau perkantoran. Dan juga siswa sekolah atau mahasiswa juga menjadi konsumen potensial membeli makanan ini karena umumnya mereka menggemari camilan.

Untuk alat yang digunakan dalam berjualan pisang cokelat ini antara lain gerobak atau etalase, peralatan masak (kompor dan tabung gas, wajan, sutil, dan saringan minyak), aneka wadah plastik, pisau, dan pembungkus makanan. Dan kebanyakan para pedagang pisang cokelat ini menjual barang dagangan mereka (pisang cokelat) seharga Rp. 500,00 sampai dengan Rp. 1.000,00. Semakin besar ukuran pisangnya maka harga jualnya juga semakin tinggi.
Salah satu resiko dalam menjalankan usaha ini adalah produk yang memang belum dikenal oleh masyarakat seperti layaknya gorengan. Namun, hal tersebut justru menjadi peluang tersendiri, mengingat sifat masyarakat Indonesia yang suka mencoba produk baru. Hal paling penting dalam menjalankan usaha ini adalah pelayanan yang ramah dan berkualitas. Karena pelayanan yang memuaskan pelanggan termasuk salah satu kekuatan usaha yang sulit untuk ditiru pesaingnya.
Contoh resep pisang cokelat:

Bahan-bahan
Pisang uli yang matang
Kulit lumpia

Cokelat bubuk
Gula pasir
Cara membuat

  1. Kupas pisang uli, lalu potong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
  2. Campur cokelat bubuk dan gula pasir, aduk rata.
  3. Letakkan pisang di atas kulit lumpia. Tambahkan campuran cokelat, lalu gulung kulit lumpia hingga menutupi seluruh pisang dan cokelat. Rekatkan menggunakan sedikit larutan tepung terigu.
  4. Goreng hingga berwarna kecoklatan.
  5. Analisa ekonomi pisang cokelat

    Asumsi

    Masa pakai gerobak 3 tahun
    Masa pakai peralatan masak dan perlengkapan lain-lain 2 tahun

    a. Biaya investasi
    Gerobak                                                          Rp. 1.500.000,00
    Peralatan masak                                                  Rp.   600.000,00
    Perlengkapan lain-lain                                           Rp.   100.000,00

    Total investasi                                                  Rp. 2.200.000,00

    b. Biaya operasional per bulan
    1. Biaya tetap
    Penyusutan gerobak 1/36 x Rp. 1.500.000,00                       Rp.    41.700,00
    Penyusutan peralatan masak 1/24 x Rp. 600.000,000                Rp.    25.000,00
    Penyusutan perlengkapan lain-lain 1/24 x Rp. 100.000,00          Rp.     4.200,00

    Total biaya tetap                                                Rp.    70.900,00

    2. Biaya variable
    Kulit lumpia, pisang, nanas, dan nangka
    (Rp.36.000/hari x 30 hari)                                        Rp.1.080.000,00
    Minyak goreng (2 kg x Rp.9.000/kg x 30 hari)                      Rp.  540.000,00
    Gas ukuran 3 kg (1 tabung x Rp. 13.000/tabung x 30 hari)          Rp.  270.000,00
    Plastik dan kertas pembungkus                                     Rp.   50.000,00
    Sewa tempat                                                       Rp.   60.000,00
    Listrik, kebersihan,dan keamanan                                  Rp.   30.000,00

    Total biaya variable                                              Rp.2.030.000,00
    Total biaya operasional                                           Rp.2.100.900,00

    c. Penerimaan per bulan
    Penjualan pisang cokelat
    (170 porsi x Rp. 700/porsi x 30 hari)                             Rp.3.570.000,00


    d. Keuntungan per bulan
    Keuntungan = Total penerimaan-Total biaya operasional
    = Rp. 3.570.000,00 –Rp. 2.100.000,00
    = Rp. 1.469.100,00


    e. Revenue Cost Ratio (R/C)
    R/C= Total penerimaan : Total biaya operasioanal
    = Rp. 3.570.000,00 : Rp. 2.100.000,00
    = 1,7


    f. Pay Back Period
    Pay back period = (Total investasi : keuntungan) x 1 bulan
    = (Rp. 2.200.000,00 : Rp. 1.469.100,00) x 1 bulan
    = 1,5 bulan

    Diolah dari berbagai sumber dan buku “40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia”